Buku
pertama yang ingin saya bahas adalah “sukses berkomunikasi” dari Dale Carnegie.
Kenapa memilih buku ini?
Karena
saya melihat bahwa orang-orang sukses adalah orang yang fasih berkomunikasi.Kenapa memilih buku ini?
SUKSES BERKOMUNIKASI
(COMMUNICATING
YOUR WAY TO SUCCESS) by DALE
CARNEGIE
KOMUNIKASI ITU SANGAT PENTING!!!
“ ada empat cara dalam berhubungan dengan dunia: apa yang
kita lakukan, cara kita memandang, apa yang kita ucapkan, dan cara kita mengucapkannya”–
Dale Carnegie.
Saya setuju dengan quote ini, karena sadar tidak sadar,
empat hal tersebut yang sering dinilai orang lain kepada kita dan menentukan
apakah kita berhasil atau gagal dalam berkomunikasi.
Para pemimpin dunia dibidang apapun, memiliki kemampuan
berkomunikasi yang efektif dengan orang lain. Hal ini karena sebagai pemimpin
mereka harus mampu mengekspresikan opini dengan jelas, ringkas, dan meyakinan.
Tentu, dibutuhkan keberanian, kepercayaan diri, berpikir cepat, dan mampu
mempengaruhi orang.
Sering terlupakan bahwa komunikasi yang efektif adalah
komunikasi dua arah. Penyampai pesan/komunikator harus memastikan apa yang
disampaikan dapat dipahami dan diterima oleh sang penerima. Ungkapan “saya tau
apa yang saya katakan, saya tidak tau apa yang kamu dengar” tidak boleh menjadi
prinsip komunikasi. Jadi, pengirim pesan harus yakin bahwa tidak ada kesalahpahaman
yang terjadi dan jika terjadi, harus segera diluruskan.
Terkadang kalimat “oke saya mengerti” sering diucapkan sesaat setelah mendengar perkataan orang. Tapi hanya karena seseorang berkata dia mengerti bukan berarti dia benar-benar paham. Interpretasi setiap orang bisa berbeda-beda. Adakalanya, orang-orang hanya memahami sebagian, lalu sisanya memakai asumsi sendiri. Maka dari itu dibutuhkan komunikasi dua arah.
Terkadang kalimat “oke saya mengerti” sering diucapkan sesaat setelah mendengar perkataan orang. Tapi hanya karena seseorang berkata dia mengerti bukan berarti dia benar-benar paham. Interpretasi setiap orang bisa berbeda-beda. Adakalanya, orang-orang hanya memahami sebagian, lalu sisanya memakai asumsi sendiri. Maka dari itu dibutuhkan komunikasi dua arah.
part 1


Tidak ada komentar:
Posting Komentar